RESEP MAKANAN RABU, 1 FEBRUARI 2017
Makanan Khas Pangkep Yang Tidak Boleh Terlupakan :
1.Dange
Pengertian Dange menurut kulinerpangkep adalah salah satu makanan tradisional dari kabupaten Pangkep, khususnya dari kecamatan Segeri. Semua bahan-bahan pembuatan dange terbuat dari bahan yang alami dan sehat. Jadi, kalian nggak perlu khawatir tentang pengawet ataupun pewarna yang dapat merusak tubuh kita.
![]() |
Makanan Khas Pangkep Yang Tidak Boleh Terlupakan |
Kebanyakan orang Bugis pastinya mengetahui dange. Selain rasanya yang enak, dange juga termasuk makanan yang sehat. Bagi para penderita diabetes melitus bisa bahagia jika ingin menikmati dange. Kalian tau? Kadar gula yang terdapat di dange cukup rendah sehingga aman dikonsumsi dalam jumlah yang wajar, ingat, dalam jumlah yang wajar. Dange juga bisa menjadi makanan ringan yang penuh energi yang dapat dikonsumsi ketika melakukan pekerjaan yang berat.
Salah satu orang segeri yang pertama kali menjual dange dari berbagai sumber yang terpercaya yaitu Puang Haji Bora. Dia menjual dange di toko kecilnya yang bernama “Sabah”. Haji Bora menjual dange putih. Dange putih yang dibuat Haji Bora sangat digemari oleh warga segeri karena rasanya yang enak dan memiliki aroma khas yang berasal dari arang dan kayu yang digunakan untuk membuat dange.
Keberhasilan dange putih yang dibuat Haji Bora memotivasi warga lain untuk membuat variasi terbaru dari dange, yaitu dange hitam. Dan mereka juga membuat dange dengan rasa yang baru yaitu ada rasa coklat, keju, dan masih banyak rasa yang lain Nah, kelebihan dange hitam ini, yaitu, rasanya lebih enak dan tahan lama dari pada dange putih. Dari situlah dange mulai berkembang dan menjadi makanan khas dari Segeri.
Itulah Sejarah singkat tentang Dange Setelah kita mengetahui sejarah dange, kita beralih ke cara pembuatan dange. Maka simaklah penjelasan di bawah ini dengan cermat :
1. Bahan-Bahan :
- Ggula kelapa
- kelapa parut
- tepung ketan hitam (untuk dange hitam) atau tepung ketan putih (untuk dange putih)
- Daun pisang
- Arang atau kayu bakar
- Sendok
- Pisau
- Sarung tangan
- Dapo’ (alat pembakaran dari tanah liat)
- Cetakan dange (a’dangeng)
- Iris tipis gula kelapa menggunakan pisau
- Campur gula kelapa dengan tepung ketan
- Masukkan kelapa parut ke dalam adonan
- Panaskan cetakan dange
- Masukkan adonan dange ke dalam cetakan dange. (hati -hati, cetakannya panas jadi pakai sarung tangan)
- Tutup cetakan dengan daun pisang kemudian balikkan.
- Tunggu sampai dange-nya matang.
- Setelah matang, dange siap dinikmati dan siap dihidangkan
2. Kuliner Sop Saudara
Kuliner yang terbuat dari bahan dasar daging sapi yang dicampur dengan bumbu-bumbu khusus dan diracik sedemikian rupa menjadikan kuliner yang satu ini begitu lezat. Sop Saudara dapat dengan mudah di temukan di daerah-daerah lain di luar pangkep tapi ada satu hal yang harus digaris bawahi, bahwa dimanapun anda menemukan warung makan Sop Saudara atau hidangan Sop Saudara satu hal yang pasti bahwa pemilik warung/pembuat dari Sop Saudara tersebut adalah orang Pangkep.
Mengapa demikian? Ternyata memang demikian seharusnya karena kata Sop Saudara itu merupakan singkatan dari (‘Saya Orang Pangkep Saudara’). Jadi, walau bagaimanapun Sop Saudara hanya boleh dijual oleh orang Pangkep apalagi resep pembuatan Sop Saudara itu merupakan resep rahasia yang haya boleh diketahui oleh orang tertentu. Masih ada satu hal yang unik lagi dari Sop Saudara ini, cobalah bertanya kepada pemilik warung Sop Saudara dengan pertanyaan apakah dia mengenal penjual Sop Saudara di tempat lain? Dengarkanlah jawabannya dan anda akan terkejut dan menyadari jika penjual Sop Saudara di tempat yang satu dan tempat yang lain ternyata masih memiliki hubungan kekeluargaan.
![]() |
Kuliner Sop Saudara |
Kuliner yang terbuat dari bahan dasar daging sapi yang dicampur dengan bumbu-bumbu khusus dan diracik sedemikian rupa menjadikan kuliner yang satu ini begitu lezat. Sop Saudara dapat dengan mudah di temukan di daerah-daerah lain di luar pangkep tapi ada satu hal yang harus digaris bawahi, bahwa dimanapun anda menemukan warung makan Sop Saudara atau hidangan Sop Saudara satu hal yang pasti bahwa pemilik warung/pembuat dari Sop Saudara tersebut adalah orang Pangkep.
Mengapa demikian? Ternyata memang demikian seharusnya karena kata Sop Saudara itu merupakan singkatan dari (‘Saya Orang Pangkep Saudara’). Jadi, walau bagaimanapun Sop Saudara hanya boleh dijual oleh orang Pangkep apalagi resep pembuatan Sop Saudara itu merupakan resep rahasia yang haya boleh diketahui oleh orang tertentu. Masih ada satu hal yang unik lagi dari Sop Saudara ini, cobalah bertanya kepada pemilik warung Sop Saudara dengan pertanyaan apakah dia mengenal penjual Sop Saudara di tempat lain? Dengarkanlah jawabannya dan anda akan terkejut dan menyadari jika penjual Sop Saudara di tempat yang satu dan tempat yang lain ternyata masih memiliki hubungan kekeluargaan.
3. CAO
Ini dia makanan khas dari Kabupaten Pangkep, masih banyak orang tidak tahu bahkan makanan tradisional ini hampir punah.
Cao adalah makanan tradisional Pangkep yang dihasilkan dari proses fermentasi dengan beberapa bahan tradisional yang disimpan dalam botol. Biasanya yang dijadikan sebagai bahan baku utama adalah ikan atau udang yang di fermentasi dengan ragi Shaccaromicces sp. dan disimpan dalam botol yang lamanya sekitar 3 hari. Setelah proses fermentasi selesai, biasanya makanan ini berubah menjadi warna Pink.
Cao adalah makanan tradisional Pangkep yang dihasilkan dari proses fermentasi dengan beberapa bahan tradisional yang disimpan dalam botol. Biasanya yang dijadikan sebagai bahan baku utama adalah ikan atau udang yang di fermentasi dengan ragi Shaccaromicces sp. dan disimpan dalam botol yang lamanya sekitar 3 hari. Setelah proses fermentasi selesai, biasanya makanan ini berubah menjadi warna Pink.
Memang makanan ini sangat berbau aneh, namun setelah diolah dengan bumbu dan racikan yang baik maka akan menarik selera agan-agan.
Sejarah cao sebenarnya berasal dari pulau Salemo, Kab Pangkep. Awalnya, orang di pulau ingin menukarkan ikan dengan orang yang berada di darat. Namun, karena jarak yang jauh dan berbagai halangan pada waktu itu, maka salah seorang yang berada di pulau salemo berpikiran ingin membuat makanan yang tahan sampai berbulan-bulan, setelah itu terbentuklah cao yang begitu murah dan bahan-bahannya terjangkau. Tidak diketahui siapa orang yang pertama yang membuat cao, namanya saja suatu peninggalan tradisional yang turun temurun di teruskan, tidak ada yang tau siapa penemunya.

Nah supaya CAO tidak punah dan siapa tau ada yang mau coba,ini resepnya
1. Bahan
- 1 ons udang/ ikan teri(ikan kecil)
- 1 piring nasi
- Ragi secukupnya
- Garam secukupnya
- Pewarna makanan (pink)
2. Alat
- Pisau
- Piring
- Mangkok
- Botol
- Sendok
- Tirisan
3. Cara membuat
BAHAN I:
1. Bersihkan udang/ikan teri(ikan kecil) dengan cara dikupas kulitnya atau hilangkan tulangnya jika itu adalah ikan kecil. Lalu dicuci bersih dengan air dan tiriskan.
2. Setelah sudah bersih, lalu ditaburi garam agar lebih awet.
3. Masukkan udang/ikan kecil ke dalam mangkok lalu tutup. Setelah itu masukkan ke dalam kulkas, biarkan selama 3 hari.
1. Bersihkan udang/ikan teri(ikan kecil) dengan cara dikupas kulitnya atau hilangkan tulangnya jika itu adalah ikan kecil. Lalu dicuci bersih dengan air dan tiriskan.
2. Setelah sudah bersih, lalu ditaburi garam agar lebih awet.
3. Masukkan udang/ikan kecil ke dalam mangkok lalu tutup. Setelah itu masukkan ke dalam kulkas, biarkan selama 3 hari.
BAHAN II:
1. 1 piring nasi tersebut ditaburi ragi secukupnya.
2. Kemudian simpan nasi tersebut ditempat yang kedap udara. Simpan selama 3 hari sampai nasi tersebut menjadi tape atau lembek.
1. 1 piring nasi tersebut ditaburi ragi secukupnya.
2. Kemudian simpan nasi tersebut ditempat yang kedap udara. Simpan selama 3 hari sampai nasi tersebut menjadi tape atau lembek.
PROSES PENCAMPURAN:1. Campur bahan I dan bahan II. Jangan lupa diberi pewarna. Aduk sampai warnanya merata.
2. Lalu masukkan ke dalam botol selama 1 minggu.
3. Lalu “cao” siap untuk di masak.
2. Lalu masukkan ke dalam botol selama 1 minggu.
3. Lalu “cao” siap untuk di masak.
BAHAN TAMBAHAN KETIKA DIMASAK:
Bawang merah
Vetsin
Gula pasir
Kelapa parut
Bawang merah
Vetsin
Gula pasir
Kelapa parut
CARA MEMASAKNYA:
1. Panaskan minyak.
2. Iris bawang merah. Lalu masukkan ke dalam minyak. Goreng sampai harum.
3. Masukkan air secukupnya ke dalam “cao” dan tambahkan kelapa parut atau telur jika suka.
4. Tambahkan pula vetsin dan gula pasir secukupnya untuk meyedapkan rasanya.
5. Lalu masukkan cao ke dalam wajan. Tumis sampai mendidih.
6. Cao pun siap dihidangkan. Lebih nikmat jika dimakan bersama mentimun dan pisang batu yang masih muda
1. Panaskan minyak.
2. Iris bawang merah. Lalu masukkan ke dalam minyak. Goreng sampai harum.
3. Masukkan air secukupnya ke dalam “cao” dan tambahkan kelapa parut atau telur jika suka.
4. Tambahkan pula vetsin dan gula pasir secukupnya untuk meyedapkan rasanya.
5. Lalu masukkan cao ke dalam wajan. Tumis sampai mendidih.
6. Cao pun siap dihidangkan. Lebih nikmat jika dimakan bersama mentimun dan pisang batu yang masih muda